Senin, 21 November 2016

Gunung Rinjani Siap Terapkan Booking Online dan CCTV

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan membangun juga menggunakan sistem digital pada mengawasi dan melayani pelancong. System ini diinginkan bisa terwujud dalam 2017 mendatang.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai TNGR Mustafa Imran Lubis menyatakan, sesuatu tersebut sudah disampaikan Kepala Balai TNGR dalam presentasinya di Cina beberapa waktu lalu mengenai security tracking management. Terobosan anyar serta akan dilakukan Balai TNGR dan mengadakan layanan online booking bagi wisatawan yang berhasrat berkunjung.

"Kita bakal melaksanakan pembatasan pengunjung, dengan dunia maya booking akan mengontrol andai telah melebihi kuota," bebernya di Alat Center Pemprov NTB, Kota Mataram, NTB, Selasa (4/10).

Ia mengatakan, destinasi wisata lombok terobosan ini sudah dijumpai lewati proses kajian diantara daya tampung dengan daya dukung pada kawasan TNGR itu. Imran memaparkan, pemanfaatan teknologi seperti tersebut amat berguna buat ketepatan data tentang jumlah pelancong yang berkunjung. Ia melanjutkan, jumlah kunjungan saat ini kerap simpang siur lantaran tetap banyaknya pelancong yang selalu memakai jalur bukan resmi. 
Indahnya Sunset di Gunung Rinjani

Berawal dari informasi yang disabet, jumlah pengunjung TNGR sepanjang saat April hingga saat ini, sebanyak 87.645 pengunjung yang terdiri bertemu 29,458 wisman, dengan 58,187 wisman. Angka ini meningkat dari kunjungan pada 2015 yang sebanyak 71 ribu kunjungan.
Begitu serta Penerimaan Wilayah Bukan Pajak (PNBP) dan menghadapi peningkatan menjadi Rp 4,8 miliar sesudah 30 September 2016, dibandingkan season selanjutnya yang sebesar Rp empat,4 miliar, serta catatan biaya tiket masuk sebesar Rp 150 ribu demi wisman juga Rp 5 ribu demi wisnus. 

"Karcis masuk anda setor ke kas Kemenkeu," paparnya. 

Selain itu, Balai TNGR, dia katakan, serta menyiapkan CCTV yang akan memonitor tetangga 70 persen region TNGR. "Saat itu telah kita sejak, kerja serupa serta Balai Liburan Sungai Kalangan Nusa Tenggara I. Mampu memantau memasuki actual time. Kamu telah bangun seorang tower pada Segara Anak," jawabnya menambahkan.

Jumat, 18 November 2016

Ingin Seperti Nusa Dua Bali, Kawasan Wisata Mandalika Gandeng investor asing


Wisatawan sedang Belajar Bermain Surfing di Pantai Tanjung Aan

PT Indonesia Tourism Improvement Corporation (ITDC) optimistis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dalam Pulau Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, berhasil sejajar, bahkan makin cepat dari Kawasan Nusa 2 dalam Bali. Eksekutif Pengembangan ITDC Edwin Darmasetiawan mengungkapkan, sangat banyak investor asing semacam Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), dengan dan pada negeri yang berminat.

Bahkan segala di antara investor itu sudah menekan penandatanganan. "AS dan sudah bangun perlengkapan penyulingan air laut jadi air bersih, saya bakal temukan dengan PDAM biar bisa kerja sama," katanya saat diskusi juga Pimpinan Redaksi serta wartawan pada Kantor ITDC, Pulau Lombok Tengah, NTB, Rabu (5/10).

ITDC juga berupaya keras untuk KEK Mandalika dapat menjadi planet MICE destination mirip Nusa Dua, agar berhasil mengelar ajang tingkat dunia. Alternatif menuju menuju arah sana sudah dicanangkan juga membuka fasilitas, alat, ataupun prasarana yang sesuai dengan standar global.

Selain jaringan listrik yang seluruhnya ditempatkan di bawah tanah, ITDC dengan 'membentengi' KEK serta pagar di selama kawasan itu yaitu salah satu syarat mutlak demi dapat mengikuti lelang ajang konferensi level global. "Salah seorang syarat ada pagar kawasan, jalur evakuasi, juga helipad demi globe MICE location," paparnya.

Dengan jarak tempuh hanya tetangga 30 menit dari Bandara Internasional Lombok menuju KEK Mandalika, untuknya, mempermudah aksebilitas tamu-tamu yang berasal berkunjung. "PU akan bangun by pass dari bandara. Sekarang 25 menit sampai 30 menit, apabila ada by pass sukses makin cepat," tambahnya.

Rabu, 16 November 2016

Lokasi Wisata Kelas Atas di NTB akan Diluncurkan 2018

PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pulau Lombok Tengah, NTB, mampu segera tercapai. Kawasan seluas 1.171,01 hektare tersebut akan diisi beragam media juga perlengkapan kelas bersua yang akan mendukung terciptanya liburan meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) berkualitas bumi.

"Kami berharap di 2018 nanti kita telah sukses soft launching," tutur Manajer Pengembangan ITDC Edwin Darmasetiawan pada kantor cabang ITDC, Tanak Awu, Pulau Lombok Tengah, NTB, Rabu (5/10).

Edwin memaparkan, pada hitungan awal ITDC, sekurang-kurangnya akan ada 1.500 kamar yang disediakan hotel-hotel bintang 5 semacam Pullman Hotel, Royal Tulip, hingga Marriot Hotel. Seluruh investor, dia katakan, lebih tertarik juga area pada sepanjang bibir pantai, sedangkan area tengah, bakal dibuat restoran dengan arena hiburan adalah pusat keramaian.

Demi anggarannya, dia katakan, terbaru Rp 250 miliar dari total Rp 2,satu triliun yang sudah cair juga dialokasikan demi pembangunan dasar mendukung beroperasinya kawasan tersebut. "Akan akhir pertengahan 2017, sisanya kamu sungguh selalu hendak dari PMN," imbuhnya.

Tapi, adanya pemotongan anggaran mencetak ITDC memutar otak lebih keras juga akan menggandeng BUMN-BUMN lain demi pengembangan kawasan ini. "Itu yang disampaikan kementerian menuju kami, agar BUMN saling menyatu," ucapnya.

Mengungkap potensi tenaga kerja, ia perkiraan, dalam tahap pertama KEK Mandalika berhasil menyerap sampai dua.500 tenaga kerja. Angka ini diprediksi akan meningkat lebih tinggi dalam tahun-tahun yang lain.

Sabtu, 12 November 2016

NTB Gandeng Cina Demi Majukan Pariwisata Lombok-Sumbawa

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Masyarakat Cina menggelar Forum Kerja Sama rata Investasi Daerah Provinsi NTB dalam Hotel Santika, Kota Mataram, Kamis (6/10).

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengucap, forum tersebut sebagai lanjutan dari laga dulunya di upaya meningkatkan hubungan bilateral diantara Pemerintah Cuna serta Pemerintah Indonesia, khususnya Provinsi NTB.

Zainul Majdi menyampaikan, Provinsi NTB memperoleh tiga kawasan yang sedang dikembangkan, ialah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, KEK Samota (Saleh, Moyo, dan Tambora), juga Global Hub pada Pulau Lombok Utara.

"Sedangkan untuk pendekatan bidang, Provinsi NTB, akan terus mengembangkan bidang pariwisata, agrikultur, pertambangan, serta bidang jasa," jawabnya.

Konjen RRC Hu Yin Quan melaporkan, Pemerintah Cina dan Pemerintah Indonesia sedang menelusuri hubungan periode emas. Tak cuma negara pemerintah tetapi dengan masyarakat, menilik kedatangan Ketua Jokowi hadir pada aktifitas Konferensi Tingkat Tinggi dalam Cina untuk memperluas kerja sama strategis serta membangun poros maritim dunia. Ia serta menyebut sekarang, Pemerintah Cina sedang mempertimbangkan demi merintis jalur pariwisata baru menuju NTB.

Hu Yin Quan mau acara itu dapat jadi wadah demi saling soal dengan mengetahui, yang nantinya semakin meningkatkan peluang kerja sama atau antara pemerintah Cina dan tiga Provinsi pada Indonesia, adalah Provinsi Bali, NTB, juga NTT.

"Ketiga (provinsi) ini lokasi yang strategis sebab berhasil menghubungkan tempat Indonesia Barat juga Indonesia Timur," bebernya.

Dia memaparkan, selama 2016 kerja sama ekonomi meningkat, mampu ditilik mulai Januari hingga Juli 2016, dalam mana investasi dari Cina lebih dari 1 miliar dolar AS.

Berpedoman keterangan statistik BKPM, investasi langsung dari CibA pada 2015 menduduki peringkat 10, sementara dalam saat-saat Januari-Juli tahun ini, investasi dari Cina menduduki peringkat 4.

Kamis, 10 November 2016

Percepat Pembangunan, KEK Mandalika Dapat Tambahan Dana

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan membicarakan, pengembangan KEK Pariwisata Mandalika memperoleh munculnya dana sebesar 100 Juta dolar AS demi proses pembangunan infrastruktur dasar 2016 tersebut.

Jumlah dana yang serupa serta dialokasikan pemerintah untuk pengembangan kawasan pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara, dengan Candi Borobudur pada Jawa Tengah.

"Ada dana sekota 300 juta dolar AS melewati Bank Bumi bulan Juni selanjutnya. Ini untuk tiga kawasan, Danau Toba, Borobudur, juga Mandalika. Sama-sama (bisa) 100 dolar juta AS, demi infrastruktur dasar semacam air, listrik, dengan cara," ucap Luhut Binsar Panjaitan, bagi wartawan saat mendatangi kantor operasional PT Indonesia Tourism Development (ITDC) pada Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (24/10).

Luhut mengatakan, dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar tersebut diharapkan KEK Pariwisata Mandalika telah mampu serta siap melayani proyek-proyek investasi di bidang pariwisata sekurang-kurangnya wajib lambat pada 2017 mendatang.

"Kita targetkan wajib bukan season depan, telah mulai berjalan proyek-proyek investasinya," tambahnya.

Ia menjelaskan, kunjungannya ke NTB salah satunya demi memperhatikan sejauh mana progres pengembangan KEK Pariwisata Mandalika pada Lombok Tengah.

Satu diantaranya isu yang menjadi perhatian adalah tetap adanya 135 hektare lahan di dalam kawasan KEK yang diklaim adalah punyai rakyat yang mengamati dibebaskan.

"Isu yang berkembang tentang klaim lahan 135 hektare ini wajib segera diselesaikan. Saya telah hubungi Menteri KLH serta Menteri Agraria, itu diharuskan segera diselesaikan untuk Mandalika mampu berjalan," paparnya.

Bagi Luhut, seluruh dari total lahan seluas satu.171,45 hektare di kawasan KEK Mandalika melalui hukum metrupakan miliki pemerintah menempuh PT ITDC adalah pemegang HPL. Akhirnya, untuk menindaklanjuti masalah klaim publik itu, Luhut mengesankan, para pihak diharuskan berpegang pada peraturan perundang-undangan yang berada.
Percepat

Senin, 07 November 2016

Maya Miranda Dukung Penguatan SDM Pariwisata Bengkulu

Sociopreneur yang dan putri daerah Bengkulu, Maya Miranda Ambarsari berkomitmen memperkenalkan bermacam keindahan juga potensi berwisata di Bengkulu. Selain menelusuri buku, Maya begitu juga akan berperan serta serta berusaha membantu menambah kapasitas masyarakat serta SDM pariwisata dalam sana.

"Tentunya saya terpikir demi membesut masyarakat pada sana (Bengkulu,red)," ucap Maya Miranda Ambarsari untuk wartawan, Senin (24/10) kemarin.

Founder Rumah Belajar Miranda tersebut membicarakan, dia juga akan mengajak Persatuan Publik Bengkulu dalam Jakarta demi turut dengan beperan.



Karena walaupun, peningkatan potensi dengan kekuatan rakyat bakal memperoleh peranan penentuan pada meningkatkan pariwisata Bengkulu. Selain tiga syarat nomor satu yang lain, yakni atraksi, akesibilitas serta amenitas.

"Dan yang bukan dipecundangi penting sebagai peran Pemda," ungkapnya.

Dia pun mengajak koleganya untuk harap berinvestasi di Bengkulu. Menurutnya Bengkulu sangat mengundang decak kagum tapi dan beraneka kendala yang berada kini, selalu mencetak investor enggan menanamkan modalnya menuju sana.

"Salah satunya merupakan infrastrukur. Tindakan dari Lampung selalu maksimal, tetapi begitu masuk Bengkulu jalan berlubang hingga membuat saat tempuh jadi lama," jawab ia.

Jumat, 04 November 2016

Begini Standar Wisata Halal untuk Masyarakat Muslim

Populasi rakyat Muslim pada dunia mencapai satu,6 miliar jiwa. Tetangga 40 musim ke depan diperkirakan akan meningkat sebanyak 73 persen, dari satu,enam miliar jiwa menjadi dua,delapan miliar jiwa di 2050. 

Indonesia yang populasi publik Muslimnya nomer satu dalam dunia disarakan sukses menangkap peluang ini. Maka perlu mencetak bertamasya halal yang berkelas supaya jadi destinasi seluruh kalangan Muslim global. 

Ketua Team Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Riyanto Sofyan mengakui, di objek tamasya halal, makanan yang dijual halus terjamin kehalalannya. Demi makin meyakinkan konsumen, makanannya juga diharuskan sudah terserifikasi MUI. 

"Toiletnya juga diharuskan bersahabat dengan style hidup publik Muslim," kata Riyanto untuk Republika selesai event diskusi Generasi Muslim Muda Mengubah Bumi di Kantor Ogilvy Noor Jakarta, Selasa (25/10).

Ia menerangkan, misalnya dalam toilet harus ada air untuk bersuci (wudhu). Jangan hingga pada toilet cuma menampilkan tisu. Selain itu, pada lokasi objek wisata diharuskan berada Mushala atau masjid, menyediakan sajadah, mencurahkan petunjuk arah kiblat serta data waktu shalat.

Intinya, Riyanto menyebutkan media juga prasaranan yang ada dalam objek berlibur halal wajib sesuai serta keperluan masyarakat Muslim. Selain ini memberikan mereka kegampangan untuk beribadah. Rakyat Muslim begitu juga memerlukan pelayanan yang prima.

Riyanto mengucap pihaknya saat ini sedang fokus mengembangkan objek liburan halal pada Aceh, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jakarta juga Lombok. Lima daerah ini akan menjadi destinasi andalan berlibur halal. "Saat tersebut sedang proses menuju menuju sana," ungkapnya.

Buatnya, Indonesia sebenarnya sangat gampang untuk dijadikan berwisata halal. Sebab, style hidup halal sepantasnya sebagai sesuatu yang akrab di Indonesia. Mengingat penduduk Muslim Indonesia populasinya terbanyak di global. "Masalahnya cuma kemasannya diwajibkan dipoles serta sertifikasi, coaching dengan promosi," ujarnya.

Perwakilan Presiden Ogilvy Noor yang bergerak di bidang Konsultan Branding Muslim, Shelina Janmohamed menjelaskan, wisata kuliner lombok style hidup Muslim sudah menjangkau beraneka sektor mulai dari kuliner, perbankan, pariwisata juga layanan kesehatan. Masyarakat Muslim dengan menjadi satu diantaranya penggerak ekonomi terkuat di masa ke-21. "Generasi muda Muslim saat-saat kini cenderung selektif pada memilih produk yang akan dikonsumsi," kata Shelina.